Rabu, 31 Juli 2013

JADILAH PEMILIK BISNIS CONDOTEL

Grand Whiz Hotel



Investasi Bebas Repot

FULLY FURNISHED
FREE MAINTENANCE 10 TAHUN
(Bebas service charge, listrik, air) 
RENTAL GUARANTEE 27% DALAM 3 TAHUN

REVENUE SHARING 30%

 

Lokasi super strategis, di kelilingi oleh:
* 3 Kawasan Bisnis Besar
1. Kawasan bisnis center
2. Kawasan bisnis Pulo Gadung
3. Kawasan bisnis Cakung

* 6 Office Tower
1. SMR Building
2. Graha Rekso
3. Trac Building
4. Graha Kirana
5. Office @ Bulevard Barat
6. Menara Satu

* 3 Mall besar :
1. Mall Artha Gading,
2. Mall of Indonesia (MOI)
3. Mall Kelapa Gading.

Terdiri dari 4 Type :






















 


Untuk info lengkap, Hubungi :
ALONG
Phone : +62852 7722 8899
Email : wusofi@yahoo.com
http://wiraland-along.blogspot.com/



Memahami Kondotel

Kondotel
Seperti singkatannya, kondotel atau kondo hotel ini merupakan bangunan yang terdiri dari unit-unit layaknya apartemen. Tiap unit memiliki dapur, ruang duduk atau kamar tergantung tipe yang ada. Pada beberapa kondotel, ada juga tipe studio. Tiap kondotel dapat menawarkan tipe yang berbeda-beda. Pada condotel biasanya disediakan fasilitas-fasilitas seperti seperti kolam renang, spa, restoran, meeting rooms dan fasilitas lain seperti yang disediakan hotel berbintang, semua ditujukan untuk kenyamanan pengunjung.
Tiap unit ini kemudian dijual kepada investor. Selanjutnya, unit-unit dikelola oleh operator hotel yang akan memasarkan dan menyewakan secara harian kepada tamu-tamu yang akan menginap di kondotel ini. Kondotel akan difungsikan seperti hotel berbintang. Secara sederhana, kondotel dapat diartikan seperti kondominium atau apartemen yang diolah dan disewakan seperti hotel.

Keuntungan Kondotel
Membeli kondotel (kondominium hotel) atau apatel (apartemen hotel) merupakan salah satu cara berinvestasi dalam bidang properti. Keuntungan investasi yang didaoat melalui kondotel ini antara lain:
  • Memperoleh Hasil Operational
Penggunaan kondotel yang dioperasikan seperti hotel akan menghasilkan pendapatan operational. Pendapatan ini kemudian dibagikan kepada para investor. Besarnya pendapatan yang diberikan berkisar 8%-12% per tahun dari harga beli. Jika dibandingkan, angka ini lebih besar dibandingkan dengan bunga deposito. Hal ini berbeda dengan apartemen biasa dimana Anda tidak akan mendapatkan penghasilan jika tidak ada yang menyewa unit Anda Selain itu, biasanya pengelolaan hotel dilakukan oleh mereka yang sudah biasa berkecimpung di dunia perhotelan sehingga mereka telah berpengalaman untuk mengelola hotel.

Beberapa kondotel memberikan imbal balik pada saat serah terima. Besarnya imbal balik yang diberikan berkisar 8%-10% selama 2-3 tahun yang dibayarkan langsung pada saat serah terima unit. Dengan kata lain, investor memperoleh cash back dari pembeliannya.
  • Menginap Gratis
Sebagai investor, Anda bisa mendapatkan menginap di kondotel ini tanpa membayar sehingga Anda dapat merasakan juga fasilitas hotel dan kenyamanan yang disediakan kondotel. Lamanya menginap gratis berkisar 18-30 hari per tahun untuk setiap unit kondotel.
  • Harga Unit yang Semakin Meningkat
Salah satu yang menarik dari investasi properti adalah harganya yang akan terus meningkat mengikuti kenaikan tingkat inflasi. Begitu juga dengan membeli kondotel, harga unit yang Anda beli dapat terus meningkat sehingga akan menghasilkan keuntungan tersendiri. Peningkatan harga dapat mencapai 20% per tahun. Selain itu, kepemilikan Anda terhadap kondotel dapat dijadikan agunan kepada bank jika Anda memerlukan pinjaman uang di bank.

Apa yang Harus Dipastikan Sebelum Membeli Kondotel?
Setelah melihat keuntungan-keuntungan dari berinvestasi condotel, mungkin membuat Anda tertarik juga untuk mebeli unit kondotel. Tetapi, agar investasi Anda menguntungkan, perhatikan hal-hal berikut sebelum memutuskan untuk membeli kondotel:
  • Lokasi
Dalam investasi properti, lokasi tempat berdirinya properti merupakan sesuatu yang sangat penting. Jika lokasinya strategis, memiliki fasilitas pendukkung yang baik, maka akan membuat harga properti semakin cepat untuk naik. Maka, tinjaulah terlebih dahulu kondotel tersebut. Karena kondotel akan difungsikan seperti hotel, maka akan lebih baik jika lokasi kondotel tersebut berdekatan dengan lokasi bisnis atau tempat wisata, dimana banyak orang yang membutuhkan hotel untuk singgah.
  • Konsep
Konsep bangunan dan lingkungan yang dibangun oleh kondotel juga dapat mempengaruhi ketertarikan orang untuk menginap disamping juga fasilitas-fasilitas yang disediakan di dalam kondotel. Jika tujuan kondotel diperuntukan pelaku bisnis konsep yang dibuat mungkin akan berbeda jika pasar yang dituju adalah keluarga. Tanyalah terlebih dahulu konsep dan fasilitas-fasilitas yang akan dibangun.
  • Pengembang
Pengembang atau developer yang membangun condotel sebaiknya pengembang yang telah terpercaya menyelesaikan bengunan sampai selesai dengan tepat waktu dan sesuai yang dijanjikan. Jangan sampai pengelola menyelesaikan tugasnya dengan lambat atau bahkan tidak menyelesaikan bangunan sehingga bangunan terbelengkalai dan Anda menderita kerugian. Hal ini perlu diperlukan apabila kondotel yang hendak Anda beli masih dalam tahap pembangunan atau belum dibangun.
  • Pengelola Hotel
Agar dapat memberi kenyamanan dan kepuasan pengunjung hotel, maka perlu diperhatikan siapa yang menjadi pengelola hotel ini. Akan lebih baik jika pengelola hotel merupakan pengelola yang sudah terbiasa menjalankan bisnis hotel. Dengan demikian, mereka lebih berpengalaman dalam melakukan management hotel, mengurus hotel juga memberikan pelayanan kepada para tamu. Hasiknya, tamu-tamu akan senang dan akan kembali menginap di hotel tersebut.
Kepemilikan kondotel dapat dilakukan dengan melakukan pinjaman melalui bank melaui KPA (Kredit Pemilikan Apartement). Jika Anda berniat melakukan investasi melalui kondotel ini, cobalah untuk melakukan perhitungan terlebih dahulu dan mencari tahu lebih lanjut pada kondotel yang Anda pilih. Cari tahu lebih lanjut tentang pendapatan yang akan Anda dapatkan. Apakah masih ada biaya-biaya lain yang harus Anda bayar dan isi perjanjian agar tidak merugikan Anda.
Membeli condotel bisa menjadi salah satu pilihan investasi properti saat ini. Anda bisa memiliki kondominium sekaligus hotel pribadi melalui investasi kondotel.

Memahami Apa itu Strata Title?



PADA awalnya kepemilikan atas tanah itu berasal pada satu strata (tingkatan), yaitu di atas permukaan tanah. Namun perkembangannya, karena peningkatkan kebutuhan masyarakat, kemajuan teknologi, serta keterbatasan lahan, menyebabkan pembangunan hunian dan perkantoran berorientasi vertikal.
Ini kemudian memunculkan persoalan, bagaimana memisahkan kepemilikan-kepemilikan yang ada pada orientasi vertikal, agar masing-masing bisa memilikinya secara terpisah dengan orang lain yang ada di sekitarnya.
Misalnya di sebuah gedung, itu ada lantai 1, lantai 2 hingga lantai 14. Bagaimana mereka memisahkan kepentingan-kepentingan yang ada di situ? Berangkat dari persoalan tersebut, maka timbullah pemikiran, bagaimana kalau di strata-strata berbeda itu dimunculkan hak-hak lain? Begitulah sejarahnya munculnya strata title.

Sebenarnya strata title itu tidak hanya berlaku untuk gedung bertingkat. Di negara-negara maju, terowongan kereta api itu memiliki kepemilikan sendiri-sendiri. Tetapi di Indonesia, secara hukum itu baru diatur untuk pemilikan gedung-gedung bertingkat. Di situ ada kepemilikan-kepemilikan yang dipisahkan, dinamakan ruang. Ruang dari suatu gedung yang bisa diakses dari jalan yang bisa dimiliki secara terpisah, itulah yang dinamakan satuan rumah susun (sarusun).

Tetapi sarusun itu tidak bisa berdiri sendiri, karena masing-masing membutuhkan lorong, struktur bangunan, lift, tangga, taman-taman, dan jalanan. Karena itu kepemilikan dalam sistem rumah susun itu dikenal sebagai hak milik atas satuan rumah susun.

Artinya hak atas ruang yang secara privat dia bisa gunakan tersendiri. Tetapi kemudian dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang dapat digunakan sendiri-sendiri. Tetapi ada fasilitas lain yang harus dipakai bersama-sama, yang dinamakan (istilah hukum) sebagai Bagian Bersama, Benda Bersama, dan Tanah Bersama.

“Bagian Bersama” adalah suatu bagian yang dipakai bersama-sama, yang berada secara struktural pada bangunan gedung. Contohnya koridor, lift, tangga, lobi, parkir di dalam gedung, dan perlengkapan yang ada di dalam bangunan tersebut. Intinya bagaimana agar gedung tersebut bisa beroperasional dengan aman.

Sedangkan “Benda Bersama” adalah bagian-bagian daripada suatu sistem yang dipakai secara bersama-sama, tetapi berada di luar gedung. Contohnya, gardu jaga, pagar-pagar halaman gedung, taman-taman, jalan-jalan lingkungan yang ada di situ, dan parkir yang ada di luar gedung.

Kemudian “Tanah Bersama” adalah tanah dimana bangunan itu berdiri, dengan status bisa Hak Milik (HM), bisa Hak Guna Bangunan (HGB), atau Hak Pakai (HP).

HGB adalah satu hak yang masa berlakunya terbatas, sesuai dengan pemberian yang diberikan oleh pemegang hak dasarnya. Rata-rata pemberian waktu HGB itu 20 - 30 tahun. Kalau HGB di atas Hak Pengelolaan itu sangat bergantung pada pemegang Hak Pengelolaan.

Rata-rata HGB di atas Hak Pengelolaan tidak bisa ditingkat-kan menjadi Hak Milik, kecuali Hak Pengelolaannya dihapus dulu. Pada waktu Hak Pengelolaan dihapus, maka masalah pengurusan hak kepemilikan hanya berhubung-an dengan negara. Ini akan lebih mudah, karena tidak terikat dengan perjanjian-perjanjian dan pihak lain. Meskipun demikian, tetap ada keterikatan. Kepentingan pemerintah/kepentingan umum didahulukan, daripada kepentingan pemegang HGB. (Penulis: Erlan Kallo, Pemerhati Masalah Konsumen Properti)